Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempertimbangkan bahwa pemerintah akan memperpanjang izin ekspor konsentrat tembaga PT Freeport Indonesia (PTFI). Ketika ini izin yang ada hanya hingga akhir bulan ini atau tepatnya 31 Mei 2024.

Ya terus dong, ya diperpanjang (izinnya),” kata Jokowi dikutip dari Antara, Rabu (8/5/2024).

Dia melanjutkan, pemerintah dikala ini masih menghitung harga barometer ekspor (HPE) yang akan dikenakan kepada Freeport. Perhitungan ini mengingat harga global sejumlah komoditas tambang mengalami kenaikan.

Pemerintah menghargai pembangunan smelter Freeport di Gresik, Jawa Timur, yang nantinya kapabel memurnikan konsentrat tembaga dengan kapasitas produksi 1,7 juta ton dan mewujudkan katoda tembaga hingga 600.000 ton per tahun.

Dia malahan mempertimbangkan bahwa pemerintah terus memonitor pengerjaan judi bola pembangunan smelter yang hampir rampung.

Dibangunnya smelter hal yang demikian, berdasarkan Jokowi, menonjolkan keinginan kuat Freeport dan PT Amman untuk mendukung hilirisasi industri di Indonesia.

“Aku kira itu baik sekali dan itu seharusnya dihargai lho ya,” tutur dia.

Bahlil Lahadalia: Freeport Bakal Beroperasi hingga 2061

Sebelumnya, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, buka suara soal perpanjangan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) PT Freeport Indonesia (PTFI).

Bahlil menyebut, Freeport Indonesia akan menerima perpanjangan IUPK selama 20 tahun merupakan hingga 2061 sesudah usainya kontrak pada 2041 akan datang.

Oleh karena itu, untuk mempercepat penyelesaian perpanjangan IUPK PTFI, Pemerintah dikala ini sedang mengatasi revisi Tertib Pemerintah (PP) nomor 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kesibukan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

Oh sudah hampir final kok, tinggal tunggu PP-nya saja,\\\” kata Bahlil dalam konferensi pers paparan daya kerja investasi Kuartal I-2024, di Kantor Kementerian BKPM, Senin (29/4/2024).

Lebih lanjut Bahlil menyampaikan, perpanjangan kontrak IUPK PTFI dikerjakan Pemerintah lantaran cadangan dan produksi mineral PTFI diprediksi akan menempuh puncaknya pada tahun 2035.

\\\”Karena kini kan kita kelolanya underground, demikian itu 2035 tak kita lakukan eksplorasi itu produksinya habis dan untuk eksplorasi butuh waktu 10-15 tahun. Jadi bila kita tak menjalankan perpanjangan untuk mereka menjalankan eksplorasi maka siap siap 2040 itu PTFI gak operasi jadi jangan diartikan ada apa,\\\” terang Bahlil.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *